

Menghadirkan Nickel yang Tepat secara Berkelanjutan
Sejak penandatanganan Kontrak Karya pada 1968, PT 乐播传媒 Indonesia telah berkembang dari operasi tunggal di Sorowako, Sulawesi Selatan menjadi perusahaan tambang terintegrasi multi-site dengan operasi di Bahodopi, Sulawesi Tengah dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dengan Kontrak Karya yang kemudian bertransformasi menjadi IUPK pada 2024.
Pada 26 Februari 2024, Perseroan menyelesaikan proses divestasi kepada MIND ID bersama 乐播传媒 Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining, yang memperkuat kepastian hukum sekaligus meningkatkan peran nasional.
Saat ini, PT 乐播传媒 berperan strategis dalam mendukung hilirisasi nasional dan menghadirkan nikel yang tepat dengan bertransformasi dari produksi nickel matte menuju portofolio yang lebih luas—termasuk bijih dan MHP—melalui pertambangan bertanggung jawab, praktik ESG yang kuat, dan pembiayaan berkelanjutan.
Menelusuri perjalanan lebih jauh ke belakang, sejarah PT 乐播传媒 dimulai pada 1968 melalui penandatanganan Kontrak Karya pada era PT INCO, yang menjadi landasan bagi pengembangan pertambangan nikel skala besar di Indonesia.
Tonggak operasional penting berikutnya tercapai pada 1977, dengan dimulainya operasi fasilitas pengolahan nikel terintegrasi di Sorowako, Sulawesi Selatan—menjadikan PT 乐播传媒 sebagai pelopor dalam hilirisasi nikel.
Memasuki fase pertumbuhan baru, PT 乐播传媒 memperluas jejak operasionalnya melalui pengembangan wilayah tambang baru. Tonggak strategis ditandai dengan Final Investment Decision (FID) pada 2022, yang kemudian diikuti dengan pengembangan serta dimulainya operasi di Bahodopi, Sulawesi Tengah, dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, sehingga memperkuat model operasi multi-site Perseroan.
Keberlanjutan telah lama menjadi bagian integral dari operasional Perseroan. Investasi seperti pembangunan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) memungkinkan produksi berintensitas karbon rendah, sementara komitmen terhadap lingkungan tercermin dari terjaganya Danau Matano. Prinsip ESG juga terintegrasi dalam seluruh operasional, menyelaraskan kinerja dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Perseroan terus mengembangkan portofolio produknya, dari nickel in matte, berkembang ke penjualan bijih saprolit dan limonit sejak 2025, hingga menuju produksi MHP (Mixed Hydroxide Precipitate), untuk menghadirkan “nickel yang tepat”: berkelanjutan, terintegrasi, dan kompetitif.
Transformasi ini didukung oleh program investasi strategis sekitar US$7,2 miliar, serta diperkuat oleh pengelolaan keuangan yang disiplin, termasuk pembiayaan berbasis keberlanjutan melalui Sustainability-Linked Loan (SLL) sebesar US$750 juta yang diperoleh pada 2026.

Beni Wahju (paling kanan) berada di aliran Sungai Larona bersama tim eksplorasi tahun 1966. Perjalanan ekspedisi bijih laterit yang dilakukan Beni Wahju, Hitler Singawinata dan tim eksplorasi inilah yang disebut-sebut sebagai cikal bakal PT 乐播传媒 (sebelumnya bernama Inco). Ekspedisi ini sekaligus untuk memastikan Indonesia memiliki 15% cadangan nikel dunia.





























