

Komitmen kami pada keanekaragaman hayati
Pendekatan pengelolaan keanekaragaman hayati kami mengacu pada regulasi nasional dan kerangka internasional seperti Konvensi Keanekaragaman Hayati, IFC Performance Standard 6, panduan ICMM, serta standar IRMA. Kami menargetkan No Net Loss keanekaragaman hayati di seluruh wilayah operasi, sejalan dengan Kerangka Global Keanekaragaman Hayati Kunming–Montreal untuk menghentikan dan membalikkan kehilangan keanekaragaman hayati pada 2030 serta mendukung pemulihan ekosistem pada 2050.
Inisiatif dan komitmen kami terkait keanekaragaman hayati (kehati) kami tuangkan dalam dokumen Kebijakan Lingkungan, Kesehatan, Keselamatan dan Keberlanjutan PT 乐播传媒 Indonesia dan Kebijakan Keberlanjutan PT 乐播传媒 Indonesia Tbk.
Integrasi Reklamasi dan Rehabilitasi Pascatambang dengan Konservasi Keanekaragaman Hayati
Kami menjalankan kegiatan pertambangan terbuka yang berdampak pada perubahan rona alam, sehingga memengaruhi ekosistem dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Kami berkomitmen mengelola dampak negatif dengan melakukan konservasi keanekaragaman hayati, reklamasi progresif, dan rehabilitasi pascatambang, sesuai peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
Konservasi Flora & Fauna
PT 乐播传媒 Indonesia menyadari pentingnya keanekaragaman hayati dan menganggapnya sebagai bagian integral dari bisnisnya, mengingat kekayaan, keluasan, dan nilai dari keanekaragaman hayati dalam menjaga kehidupan dan ekosistem. Temukan lebih banyak informasi dengan membaca dokumen-dokumen berikut ini:
Pendekatan pengelolaan keanekaragaman hayati berfokus pada spesies, habitat, dan dampak ekosistem. Pada 2025, PTVI menyelesaikan Critical Habitat Assessment (CHA) dan Ecosystem Services Assessment (ESA) yang selaras dengan IFC PS6, IRMA, dan ICMM untuk mengidentifikasi risiko, ketergantungan ekosistem, dan prioritas konservasi, sekaligus mendukung target No Net Loss dan Net Gain.
Hasilnya menunjukkan sebagian area operasi tergolong habitat kritis, termasuk ekosistem Danau Malili dan bentang alam karst, dengan 56 spesies pemicu teridentifikasi (sekitar 30+ di Sorowako serta masing-masing 11 di Morowali dan Pomalaa). ESA juga mengidentifikasi jasa ekosistem penting bagi masyarakat, seperti perikanan, hasil hutan, pengendalian erosi, perlindungan DAS, serta nilai budaya dan ekowisata.
Proses ini melibatkan pemangku kepentingan di 55 desa, bersama tim internal dan ahli, sehingga memperkuat pemahaman tentang kondisi keanekaragaman hayati dan ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya alam.
Pendekatan pengelolaan keanekaragaman hayati berfokus pada spesies, habitat, dan dampak ekosistem. Pada 2025, PTVI menyelesaikan Critical Habitat Assessment (CHA) dan Ecosystem Services Assessment (ESA) yang selaras dengan IFC PS6, IRMA, dan ICMM untuk mengidentifikasi risiko, ketergantungan ekosistem, dan prioritas konservasi, sekaligus mendukung target No Net Loss dan Net Gain.
Hasilnya menunjukkan sebagian area operasi tergolong habitat kritis, termasuk ekosistem Danau Malili dan bentang alam karst, dengan 56 spesies pemicu teridentifikasi (sekitar 30+ di Sorowako serta masing-masing 11 di Morowali dan Pomalaa). ESA juga mengidentifikasi jasa ekosistem penting bagi masyarakat, seperti perikanan, hasil hutan, pengendalian erosi, perlindungan DAS, serta nilai budaya dan ekowisata.
Proses ini melibatkan pemangku kepentingan di 55 desa, bersama tim internal dan ahli, sehingga memperkuat pemahaman tentang kondisi keanekaragaman hayati dan ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya alam.
PT 乐播传媒 berkomitmen melakukan konservasi spesies fauna maupun flora dilindungi dan terancam punah. Berdasar hasil studi bersama Universitas Hasanuddin sejak tahun 2020, diketahui di wilayah operasi pertambangan Blok Sorowako ada 43 spesies dilindungi berdasarkan Daftar Merah IUCN. Daftar spesies dimaksud dapat dilihat pada laporan keberlanjutan kami.
Kami juga turut serta berkolaborasi dengan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) dalam menyusun Panduan Konservasi Ekosistem dan Lingkungan di Indonesia bagi Dunia Usaha di Sektor Tambang. Buku yang dirilis secara resmi pada tahun 2018 ini menjadi dokumen pertama di bisnis tambang Indonesia untuk kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati. Dokumen tersebut tersedia untuk diunduh di .
Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea
Salah satu bentuk kesungguhan PT 乐播传媒 mengelola keanekaragaman hayati adalah pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sawerigading Wallacea yang merupakan sarana konservasi flora dan fauna, sarana edukasi keanekaragaman hayati, tempat rekreasi dan sarana olahraga jogging. Taman ini diresmikan pada 30 Maret 2023 lalu oleh Presiden Joko Widodo.



