?
East Luwu Steps Up Anti-Drug Efforts with PT ÀÖ²¥´«Ã½¨CBNN School Initiative
Pengedaran dan penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius di Sulawesi Selatan (Sulsel). Data Badan Narkotika Nasional (BNN) 2023-2025 menunjukkan, Sulsel menepati posisi keempat sebagai provinsi dengan tingkat penyalahgunaan dan kasus narkoba tertinggi di Indonesia. Demikian menjadi perhatian Bupati Luwu Timur (Lutim), Irwan Bachri Syam melihat wilayah ini sangat strategis sebagai kawasan industri dan jalur perlintasan yang cukup terbuka.
¡°Di Lutim, saya bisa bilang dengan garis merah karena area perlintasan, dan industri. Cukup ¡®seksi¡¯ untuk aliran pengedaran narkobanya,¡± ungkap Bachri Syam saat memberikan sambutan di acara Deklarasi Sekolah Bersinar: Bersih dari Narkoba, Kamis (7/5/2/2026).
Sekolah Bersinar adalah program yang diinisiasi oleh PT ÀÖ²¥´«Ã½ Indonesia Tbk (PT ÀÖ²¥´«Ã½) untuk menjawab keresahan sama yang dirasakan oleh Bachri Syam. Menggaet BNN Provinsi Sulsel, dan Forum Generasi Berencana (GenRe), program ini bertujuan memberikan edukasi yang kuat kepada remaja sekaligus membangun ketahanan lingkungan sekolah dan masyarakat terhadap ancaman narkoba.
Sebanyak 37 Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Luwu Timur terlibat dalam realisasi program ini. Selain memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang giat menyuarakan anti narkoba, terdapat pula pemilihan Duta Pelajar Anti Narkoba Tingkat SMA se-Lutim untuk kategori putra dan putri.
Deklarasi yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Lutim ini, menjadi tonggak awal gerakan bersama lintas sektor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas narkoba. Isi deklarasi anti narkoba pun dibacakan oleh para siswa yang kemudian ditandatangani oleh sejumlah pihak, yaitu PT ÀÖ²¥´«Ã½, Kepala BNN Sulsel, Bupati Lutim, dan sekolah-sekolah di Lutim.
Kepala BNN Sulsel, Agung Prabowo menegaskan dalam sambutannya bahwa deklarasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat gerakan pencegahan berbasis pelajar.
Ia menekankan bahwa narkoba kini hadir dalam berbagai bentuk, termasuk jenis baru seperti zat berbahaya yang disalahgunakan melalui media seperti vape. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus semakin adaptif dan menyasar kelompok usia rentan, khususnya 15 hingga 64 tahun.
¡°Ini adalah tantangan besar. Jika tidak kita hadapi bersama, maka akan merusak generasi penerus bangsa. Sekolah Bersinar membutuhkan penggiat, dan penggiat itu adalah para siswa sendiri,¡± ujarnya.
Melalui program ini, siswa didorong menjadi agen perubahan sekaligus pelopor gerakan hidup sehat tanpa narkoba. Selain itu, integrasi edukasi anti narkoba melalui program seperti Ananda (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak) dan IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba) diharapkan mampu memperkuat karakter pelajar sejak dini. BNN juga menegaskan bahwa pendekatan penanganan kini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pemulihan dan pencegahan melalui edukasi serta pendampingan.
Dari sisi pemerintah daerah, Bachri Syam menyebut Lutim telah membentuk berbagai langkah strategis, termasuk pembentukan satuan tugas anti narkoba dan penerbitan kebijakan terpadu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba (P4GN). Ia berharap ke depan Lutim dapat memiliki BNN Kabupaten sendiri guna memperkuat koordinasi dan efektivitas program.
¡°Sekolah Bersinar ini adalah awal. Yang terpenting adalah implementasinya. Kami meminta seluruh pihak, terutama guru dan sekolah, untuk terlibat aktif dalam satgas. Lingkungan sekolah harus benar-benar bersih dari indikasi penyalahgunaan narkoba,¡± tegasnya. Ia juga mengingatkan para pelajar untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan di lingkungan sekitar.
Sekolah Bersinar telah terlaksana sejak tahun lalu, dimulai dari menyeleksi para peserta duta pelajar dan penilaian sejumlah sekolah di Lutim. Dari sekitar 100 peserta yang mengikuti proses seleksi, maka di acara deklarasi ini pula diumumkan Putu Adyana dari SMAN 6 Lutim sebagai Duta Pelajar Anti Narkoba kategori putra, dan Kahirunnisa Mukhtar dari SMAN 1 Lutim untuk kategori putri. Selain itu, terpilih juga tiga kategori lain yaitu best influencer, best personality, dan best advocacy.
Para Duta Pelajar Anti Narkoba terpilih menyampaikan rasa bangga dan komitmen mereka untuk menjalankan program edukasi di sekolah. Mereka merancang berbagai inisiatif kreatif, mulai dari kampanye digital, sosialisasi interaktif, hingga festival edukasi untuk memperluas jangkauan pesan anti narkoba di kalangan generasi muda.
Adapun untuk sekolah-sekolah yang mendapat apreasi sebagai sekolah bersinar, di antaranya SMAN 1 Lutim, SMAN 3 Lutim, SMAN 6 Lutim, SMAN 10 Lutim, dan SMA YPS Sorowako.
¡°Gerakan ini tidak hanya berhenti di deklarasi dan pemilihan duta. Ini baru awal perjalanan Sekolah Bersinar. Hingga saat ini, tercatat 37 sekolah di Luwu Timur telah membentuk satgas anti narkoba sebagai bagian dari gerakan ini. Ke depan, Perusahaan akan menyasar tingkat SMP,¡± kata Senior Coordinator PPM Health PT ÀÖ²¥´«Ã½, Baso Haris.
Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan generasi emas yang sehat secara fisik dan mental. Perusahaan berkomitmen mewujudkan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang berkomitmen terhadap pencegahan narkoba, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Dengan semangat ¡°Gerak Bersama Bersih dari Narkoba untuk Luwu Timur Juara¡±, deklarasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, dan masyarakat. Lebih dari sekadar seremoni, Sekolah Bersinar diharapkan menjadi budaya yang tumbuh di lingkungan pendidikan, menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari narkoba menuju Indonesia Bersinar.
Komitmen ini juga sejalan dengan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT ÀÖ²¥´«Ã½ yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Melalui pendekatan kolaboratif, perusahaan terus mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat sekaligus membangun ketahanan generasi muda terhadap berbagai risiko sosial.
Hingga Triwulan I 2026, sejumlah investasi sosial telah digelontorkan untuk mendukung berbagai program sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta sosial budaya.
Di sektor pendidikan, perusahaan menjalankan beragam program seperti penyediaan transportasi sekolah, pemberian beasiswa jenjang S2 dan S3, serta penguatan pendidikan usia dini. Sementara di bidang kesehatan, PT ÀÖ²¥´«Ã½ aktif mendukung layanan kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, serta kampanye hidup sehat berbasis promotif dan preventif, termasuk melalui implementasi Sekolah Bersinar sebagai bagian dari edukasi pola hidup sehat sejak usia dini.
Selain itu, perusahaan juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM, agribisnis, serta program kemandirian desa, sekaligus memperkuat aspek sosial budaya dan lingkungan. Hingga kini, sekitar 80 persen karyawan PT ÀÖ²¥´«Ã½ berasal dari talenta lokal Luwu Timur, menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Melalui integrasi program Sekolah Bersinar dalam kerangka besar PPM, PT ÀÖ²¥´«Ã½ menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi, tetapi juga investasi sosial jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang sehat, tangguh, dan bebas dari narkoba.
