Imagem de header interno Photo of eleven men and two women wearing business clothes in front of a banner with the logo of ÀÖ²¥´«Ã½ and other companies
PT ÀÖ²¥´«Ã½ Indonesia Tbk (PT ÀÖ²¥´«Ã½) dan PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (PT BNSI) meresmikan pembangunan proyek pertambangan dan pengolahan nikel rendah karbon terintegrasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dan melaksanakan peletakan batu pertama sekaligus untuk lokasi pertambangan dan juga untuk pabrik pengolahan nikel. Lokasi pertambangan berada di Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi, lokasi pabrik pengolahan berada di Desa Sambalagi Kecamatan Bungku Pesisir.  

Proyek Morowali akan dikembangkan oleh PT ÀÖ²¥´«Ã½ dan mitranya. PT ÀÖ²¥´«Ã½ berperan penuh dalam pembangunan dan pengoperasian fasilitas pertambangan, sementara PT BNSI adalah perusahaan yang didirikan oleh PT ÀÖ²¥´«Ã½, merupakan sebuah perusahaan patungan antara PT ÀÖ²¥´«Ã½ dan mitranya, yang akan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengoperasian pabrik pengolahan.  

Berdasarkan Peraturan Menko Perekonomian, Proyek Morowali ini telah dinyatakan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah pada 2022 lalu. Menko Airlangga menyatakan, proyek Morowali ini adalah bentuk dari harapan pemerintah demi terwujudnya hilirisasi sumber daya alam untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  

¡°Ini pabrik green smelter pertama yang saya lihat. Berbasis gas LNG, tentu minta dukungan dari Komisi Energi (DPR RI) bahwa ini adalah green energy, green product, dan green mining. Indikator green economy itu mudah, kita lihat langitnya warna biru atau abu-abu. Kalau langit biru berarti sudah harmoni, hijau, dan baik,¡± jelas Menko Airlangga.
Terus gulir untuk mengetahui lebih lanjut

Pabrik Nikel Pertama dengan Sumber Energi dari Gas Alam  


Smelter yang akan dibangun di Sambalagi akan menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Didukung sumber listrik dari gas alam, akan menjadi pabrik yang andal, hemat energi, dan ramah lingkungan.  

Pembangkit listrik gas alam akan menjadi kontributor utama untuk mengurangi emisi karbon dari keseluruhan operasi proyek ini. Pengurangan emisi karbon telah menjadi bagian dari peta jalan keberlanjutan PT ÀÖ²¥´«Ã½, dengan target pengurangan emisi karbon hingga 33% pada tahun 2030.  

PT ÀÖ²¥´«Ã½ dan mitra mengalokasikan total biaya investasi hingga Rp37,5 triliun dengan kapasitas produksi 73 ribu ton per tahun.  

¡°Kehadiran proyek Morowali ini adalah representasi komitmen kami menjadi produsen nikel yang andal dan berkelanjutan bagi Indonesia dengan jejak karbon terendah. Kami akan membawa praktik-praktik pertambangan terbaik yang dilakukan di Blok Sorowako ke Morowali. Selain menyukseskan program hilirisasi pemerintah, kami juga ingin berkontribusi untuk masyarakat dan bumi kita,¡± ungkap Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur PT ÀÖ²¥´«Ã½.  

¡°Peletakan batu pertama ini memperkuat komitmen kuat kami kepada rakyat Indonesia sambil terus mendorong kemajuan dengan akselerasi yang dilakukan melalui jalur pertumbuhan bernilai miliaran dolar kami,¡± kata Deshnee Naidoo, Presiden Komisaris PT ÀÖ²¥´«Ã½ dan Wakil Presiden Eksekutif bisnis Base Metal ÀÖ²¥´«Ã½. ¡°Bersama dengan mitra kami yang terhormat, kami bersemangat untuk mewujudkan proyek pertumbuhan yang kritikal yang akan menghasilkan produksi nikel rendah karbon dengan aman dan berkelanjutan serta mendukung rantai pasokan domestik untuk bahan transisi energi dan kendaraan listrik.¡± 
 

Komitmen untuk Masyarakat Morowali  


Bersama mitra, PT ÀÖ²¥´«Ã½ akan menerapkan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berkelanjutan, dengan bercermin pada praktek terbaik (best practice) yang dilakukan di Blok Sorowako. Pada periode 2015-2022, PT ÀÖ²¥´«Ã½ telah menggelontorkan Rp46 miliar untuk berbagai program sosial di 17 desa, yang termasuk area pemberdayaan, baik di Kecamatan Bungku Timur, Kecamatan Bahodopi dan juga ditingkat Kabupaten Morowali.  

Bantuan terhadap desa-desa sekitar area tambang antara lain berupa pembangunan infrastruktur di bidang pendidikan, kesehatan, dan fasilitas sosial. Selain itu, PT ÀÖ²¥´«Ã½ juga membantu program pertanian padi organik.  

Proyek Morowali, secara keseluruhan di area penambangan dan area pabrik pengolahan, akan menyerap hingga 15.000 tenaga kerja pada fase konstruksi dan sekitar 5.000 tenaga kerja pada fase operasional.  

Pada akhir 2022 lalu, PT ÀÖ²¥´«Ã½ juga memberikan dukungan di bidang peningkatan SDM melalui pelatihan angkatan kerja lokal dengan mengajarkan keterampilan kelistrikan dan pengelasan. Selain itu, PT ÀÖ²¥´«Ã½ juga mengundang para pemasok dan wirausaha lokal dengan mengadakan Bimbingan Teknis Prakualifikasi Pengusaha Lokal.  

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura dan Bupati Morowali Taslim berharap, proyek Morowali mampu membawa multiplier effect untuk masyarakatnya. Bupati juga mendukung realisasi terhadap komitmen PT ÀÖ²¥´«Ã½ untuk beroperasi dengan memperhatikan lingkungan hidup. 
 
"Saya mengapresiasi pelaksanaan groundbreaking PT ÀÖ²¥´«Ã½, semoga dapat selesai cepat sehingga memberikan dampak kesejahteraan bagi Provinsi Sulteng khususnya di Morowali. Terima kasih PT ÀÖ²¥´«Ã½, mari bekerjasama dengan baik untuk meningkatkan pendapatan daerah. Saya percaya PT ÀÖ²¥´«Ã½ punya komitmen dalam beroperasi menjaga lingkungan," ujar Rusdy Mastura.